Telah ditemukan jasad yang sudah dipotong-potong, yang dibuang sekitar 20 menit yang lalu, menurut saksi, kardus itu dibuang oleh sesorang tak dikenal, dan saya curiga dengan aksi orang tersebut, dan saya mengambil dus itu dan ternyata dus itu sudah bau busuk, dan saya segera melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Setelah diselidiki oleh polisi korban bernama Martha telah dipotong-potong dan dibuang, setelah melakukan otopsi polisi mengatakan bahwa jasad itu adalah jasad martha bak yang dipotong-potong dan dibuang karena sudah basi.
2. Buang² air
Biasanya di WC Umum, air di bak gampang habis, dan ini membuat frustasi sang pengguna WC maupun pemiliknya. Mengapa? Karena di dinding WC Umum biasanya ada kertas bertuliskan:
“Jagalah kebersihan! Siram dengan air jika habis buang air!”.
Setiap kali buang air, harus disiram dengan air, dan setiap kali menyiram air sama saja buang air, jadi harus disiram dengan air lagi, dan seterusnya.
3. Dewa petir yang gila
Seorang biksu diperintah oleh raja untuk mendampingi sang pangeran ke hutan untuk berburu rusa.
Selama berburu bidikan panah sang pangeran selalu tidak mengenai sasaran, sang pangeran sangat geram dan tanpa ia sadari ia berkata kasar “bangsat bidikanku meleset!!”
“Husss!” kata si biksu
“Pangeran tidak boleh berkata kasar, apa pangeran tidak takut pada dewa petir yang selalu menghukum orang-orang yang berbicara kasar”.
“Persetan dengan dewa petir, pokoknya hari ini aku harus pulang dengan membawa hasil buruanku”. Jawab sang pangeran sambil membidik seekor rusa buruannya.
Tapi memang hari itu pangeran sedang sial, bidikannya meleset lagi dan tentunya sang pangeran makin marah “bangsat.. bidikanku meleset lagi”.
Sang biksu kembali menasehati sang pangeran, tapi kali ini dengan dibarengi ancaman “kalo sekali lagi pangeran bekata kotor maka saya tidak akan segan memohon pada dewa petir untuk menghukum pangeran” kata biksu yang mulai marah karena nasehatnya ngga digubris oleh sang pangeran.
Mendengar ancaman sang biksu, sang pangeran malah merasa tertantang “bangsat..bangsat…bangsat..bangsat.. Ayo, mana dewa petirmu..mana?”.
Sang biksupun lansung berdoa, meminta dewa petir untuk menghukum sang pangeran yang mulai lancang, dan tiba-tiba langit mendung… angin bertiup sangat kencang….. entah dari mana datangnya tiba-tiba
“DHUUUUAAAAAAARRR…AR….AR….AR” petir menyambar, tapi aneh.. petir itu menyambar sang biksu, padahal ia sama sekali nggak pernah berkata kasar.
Sang pangeran berdiri disamping mayat biksu yang gosong karena tersambar petir, dan bertanya pada dewa petir “wahai dewa petir, aku yang berbicara kasar tapi kenapa biksu ini yang engkau sambar”.
Dewa petir menjawab “Bangsat..bidikanku meleset”.
4. Hm -_- Bingung mau dijudulin apa -_-'
♀ : “Abang, abang bener² cinta ga ama AKU?”
♂ : “Tentu donk”
♀ :” Buktinya?”
♂ : “Tentu donk”
♀ :” Buktinya?”
♂ : “Walaupun laut terbentang luas diantara kita, aku akan berenang untuk sampai ke tempat mu”
♀ : “terus?”
♂ : “Walaupun beribu-ribu gunung menghalangi kita, aku akan mendakinya untuk terus bersamamu”
♂ : “Walaupun beribu-ribu gunung menghalangi kita, aku akan mendakinya untuk terus bersamamu”
♀ : “bener ?”
♂ : “bener donk, dan WALAUPUN BADAI API MENGELILINGIMU, AKU AKAN MENEROBOSNYA UNTUK TERUS MENDATANGIMU”
♂ : “bener donk, dan WALAUPUN BADAI API MENGELILINGIMU, AKU AKAN MENEROBOSNYA UNTUK TERUS MENDATANGIMU”
♀ : “terus kenapa kemaren gak dateng?”
♂ : “GERIMIS… :D
♂ : “GERIMIS… :D
Gak lucu yaa? Berarti bukan humor ._.
Maap kalo agak garing~ -_-
Sumber : wakakapedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar